oleh

Program KKN UBP Ditengah PPKM Darurat Bantu Pasarkan UMKM di Tanjung Pakis

-Regional-147 views

KARAWANG, BiroPers.comKuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di daerah tertentu sebagai implementasi dari penerapan Tridarma Perguruan Tinggi, dalam hal ini khususnya Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.

Saat ini UMKM mengalami berbagai permasalahan seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, produksi menurun dan PHK buruh, hal ini menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. UMKM sebagai penggerak ekonomi domestik dan penyerap tenaga kerja tengah menghadapi penurunan produktivitas yang berakibat pada penurunan profit secara signifikan.

Untuk membangkitkan kembali kondisi ini diperlukan solusi mitigasi dan pemulihan. Langkah mitigasi prioritas jangka pendek adalah dengan menciptakan stimulus pada sisi permintaan dan mendorong platform digital (online) untuk memperluas kemitraan. Upaya lainnya yaitu melalui kerjasama dalam pemanfaatan inovasi dan teknologi yang dapat menunjang perbaikan mutu dan daya saing produk, proses pengolahan produk, kemasan dan sistem pemasaran serta lainnya.
Dalam mewujudkan Tridarma perguruan tinggi yakni salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN UBP Karawang dalam temanya “Sinergi Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan di Era New Normal” membantu memarketkan hasil bumi dari desa Tanjung Pakis, yakni salahsatunya adalah Penghasilan Ikan Bandeng.

Ketua kelompok KKN Tanjung Pakis, Ridwan menuturkan, pada kegiatan kali ini kelompoknya fokus untuk membantu memulihkan perekonomian masyarakat dan UMKM.

“Kami berusaha membantu untuk memarketkan/memasarkan hasil bumi desa Tanjung Pakis salah satunya penghasilan ikan bandeng dan Aceccoris yang terbuat dari kerang-kerangan, untuk mencegah penularan dan pemutusan mata rantai Covid-19 kami mencoba memasarkan melalui Online shope, untuk memudahkan dan supaya tidak terjadi kontak fisik dalam jual beli,” ucap Ridwan, Kamis (29/7/2021)
Dampak pandemi COVID-19 yang paling dirasakan nelayan yaitu harga ikan yang turun drastis mencapai 50% persen. Hal ini tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan saat melaut. Belum lagi biaya operasional yang tinggi, kata Pak Dantoni salah satu pemilik Tambak ikan Bandeng. (25/07/2021).

Sementara itu, salahsatu penjual Aceccoris, Baros menjajakan hasil kerajinan yang terbuat dari kerang-kerang juga mengalami dampak yang sama, penjualan yang mengandalkan wisatawan pantai sekarang beralih menggunakan cara Online, tentu penghasilan ini mengalami penurunan.

Dalam kegiatan ini kami sama-sama berharap situasi cepat membaik dan kondisi perekonomian masyarakat desa Tanjung Pakis kembali seperti normal.(Ray)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *