JAKARTA, Biropers.com — Ketua Umum PPTSB se-Dunia, Ir. Edison Sinaga, menyampaikan pesan penuh makna kepada putri pertamanya, Yohana Gabriela Sinaga, B.Eng., yang akrab disapa Geby, saat menikah dengan Yosua Silalahi, S.Kom., pada Sabtu (17/10/2026) di Maria Convention Hall, Jakarta.
Momen haru tersebut berlangsung sebelum Edison Sinaga menyerahkan ulos kepada kedua mempelai. Dalam suasana penuh sukacita, ia menyampaikan nasihat sebagai seorang ayah, khususnya kepada putrinya yang kini memulai kehidupan baru sebagai seorang istri.
Edison mengungkapkan kebahagiaannya karena pernikahan putrinya telah memperoleh berkat kudus pernikahan dari gereja HKBP. Ia berharap seluruh rangkaian acara pernikahan tersebut menjadi kemuliaan bagi Tuhan.

“Bapak sangat berbahagia karena sudah mendapatkan berkat kudus pernikahan kalian dari gereja HKBP. Bapak berharap acara pernikahan ini menjadi kemuliaan bagi Tuhan,” ungkap Edison.
Secara khusus, Edison berpesan kepada Geby agar tetap menjadi pribadi yang cerdas dan bijaksana, tetapi mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan rumah tangga. Ia mengingatkan putrinya untuk tidak selalu mengedepankan prinsip yang selama ini dipegangnya, terutama ketika sudah menjalani peran sebagai seorang istri.
“Buat Boru yang akrab dipanggil Geby, prinsip kamu sama seperti Bapak. Tapi, prinsip itu jangan selalu kamu pakai ketika sudah menjadi seorang istri. Pesan Bapak, kamu harus soft spoken,” tuturnya.

Menurut Edison, Geby merupakan sosok anak yang cerdas, bijaksana, dan mampu mengamati situasi. Karena itu, ia berpesan agar putrinya selalu mendengarkan dan mencermati perkataan orang lain sebelum memberikan tanggapan.
“Bapak tahu kamu anak yang cerdas, bijak, dan bisa mengamati situasi. Jadi, kalau orang berbicara, amati dan cermati. Jangan cepat-cepat menjawab,” pesannya.
Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa kecerdasan dan ketegasan perlu berjalan beriringan dengan kelembutan dalam berkomunikasi, terlebih dalam membangun kehidupan rumah tangga.
Di akhir pesannya, Edison menyampaikan keyakinannya bahwa Geby mampu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Silalahi. Harapan tersebut menjadi doa seorang ayah agar putrinya dapat membangun rumah tangga yang harmonis, penuh kasih, dan berlandaskan nilai-nilai iman.
Pemberian ulos kepada kedua mempelai pun menjadi momen penuh makna dalam rangkaian pernikahan tersebut. Selain sebagai bagian dari tradisi adat Batak, momen itu juga mengiringi pesan dan doa orang tua bagi perjalanan baru pasangan Yohana Gabriela Sinaga dan Yosua Silalahi.
Pernikahan ini menjadi awal perjalanan baru bagi kedua mempelai untuk membangun keluarga yang saling mengasihi, menghormati, serta menjadikan Tuhan sebagai dasar kehidupan rumah tangga.












