Peduli Korban Banjir, RSUD Karawang Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Karawang Barat

KARAWANG, biropers.com– RSUD Kabupaten Karawang menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan di sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Karawang Barat pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Humas RSUD Kabupaten Karawang, Abdullah Luthfi, menyampaikan bahwa bakti sosial tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta pemberian donasi makanan kepada warga setelah menjalani pemeriksaan medis.

“Kegiatan pertama dilaksanakan di Desa Telukmungkal, tepatnya di RT 04 RW 11. Ratusan warga terlihat antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh RSUD Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan serupa juga digelar di wilayah Banteng, RT 006 RW 008, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat. Lokasi ini menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Dalam kegiatan tersebut, RSUD Kabupaten Karawang mengerahkan tenaga kesehatan yang terdiri dari apoteker dan perawat. Tidak hanya itu, sejumlah dokter spesialis juga diterjunkan guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Dokter spesialis yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain dokter spesialis anak, penyakit dalam, kebidanan, serta spesialis kulit dan kelamin. Kehadiran para dokter spesialis tersebut bertujuan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan yang dialami warga pascabanjir.

“Jumlah warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Kampung Telukmungkal mencapai 150 orang. Sebagian besar datang dengan keluhan kesehatan yang muncul akibat kondisi lingkungan pascabanjir,” jelas Luthfi.
Sementara itu, di Kampung Benteng tercatat sebanyak 171 orang mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dari tim medis RSUD Kabupaten Karawang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak diderita warga adalah penyakit kulit dan gangguan pernapasan.

Kondisi tersebut diduga dipicu oleh lingkungan yang lembap serta terbatasnya akses terhadap air bersih selama banjir berlangsung.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, warga juga menerima bantuan berupa donasi makanan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang masih dalam masa pemulihan pascabanjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *